Selasa, 24 Juli 2012

Manajemen Kelamin


Manajemen Kelamin
Manusia adalah hewan yang berakal begitu bunyi sebuah peribahasa “Al Insanu Hayawanun Naatik” dengan akal manusia dijadikan pemimpin di muka bumi ini, sebagai seorang yang disebut dengan halifah (wakil) di bumi ini, meski pemilihan manusia oleh Tuhan ‘diprotes’ oleh kelompok malaikat karena sifat manusia yang serakah serta menimbulkan kerusakan namun Allah adalah Tuhan yang menjadikan makhluk tentunya lebih tahu dari makhluk ciptaanNya.
Jika Makhluk hidup lain diberikan nafsu saja, manusia dioberiknoleh Allah akal dan nafsu dan diantara nafsu itu adalah nafsu untuk mendapatkan kepuasan bathin (libido) namun penyalurannya dengan menggunakan tatacara serta syarat yang ketat yakni adanya pernikahan. Bersyukurlah bagi insan yang sudah berumah tangga semoga selalu dalam ketenagan. Bagi seorang bujang tentu banyak sekali permasalahan atas keputusannya yang masih menyendiri antara lain permasalahan seorang bujang adalah penyaluran nafsu sexnya itu. Berikut saya akan mencoba menulis bagaimana manajemen kelamin itu, tentunya ini hanya sebuah tulisan hasil akhirnya dikembalikan kepada pembaca yang budiman.
Kelamin sama halnya dengan kualitas akan keimanan seseorang terhadap Tuhan Yang Maha Esa, seseorang yang dapat memelihara kelaminnya tentu perilaku baiknya itu kebaikannya akan dijamin oleh Tuhan Allah Subhanahu Wa Taala.
Allah memberikan semua makhluk hidup tak terkecuali manusia berupa kelamin yang merupakan alat reproduksi untuk menjamin keberlangsungan makhluk hidup itu, namun apa jadinya jika alat kelamin yang diberikan kepada manusia oleh Tuhan tidak dipergunkan dengan jalan yang baik lagi halal.
Pergaulan antar laki –laki dan perempuan kadang susah untuk dielakkan telebih jaman sekarang ini namun langkah yang tepat perlu dilakukan agar kita terbebas dari kejahatan kelamin. berikuat adalah bebrapa langkah bagi laki-laki untuk bisa terbebas dari perzinahan:
1.       Puasa
Sebagaimana yang Nabi terangkan dalam haditsnya bahwa dengan berpuasa kita akan dapat mengatur nafsu libido yang kadang telah begitu kuat.
2.       Jika seorang laki-laki hasratnya naik sedangkan di sampingnya ada kekasihnya yang secara memungkinkan bisa terjadi perzinahan maka, bisa dimungkinkan melakukan onani saja, meski hukum dasarnya adalah haram namun jika sudah tidak kuat dari pada terjadi perzinahan maka lebih baik onani, karena onani jauh lebih terhormat dari perzinahan yang berdosa besar itu…Naudzu Billah Min Dzalik
3.       Jika semakin dekat lagi karena nafsu syetan sudah menyerang otak (awas jangan diikuti) maka lebih baik ditempel saja di bibir vagina perempuan itu jangan sampai terjadi perzinahan dengan memasukkan ke dalam liangnya…..tentunya perilaku ini merupakan dosa namun tidak bisa dikatakan berzina jika tidak dimasukkan sebatas minimal kepala penis, namun demikian perilaku ini merupakan pendekatan terhadap zina serta pelakunya bisa ditakzir (dihukum) .
4.       Jika-sekali lagi jika- nafsu sudah mulai memuncak bahkan ingin melakukan penetrasi maka jangan dimasukkan ke dalam vagina lebih baik lewat belakang (dubur) saja meski jelas perbuatan ini termasuk perbuatan yang dibenci dan sangat dilarang oleh Allah bukan saja karena berhubungan dengan lawan jenis yang belum halal tetapi juga karena melakukan lewat jalur belakang, namun memang melakukan lewat jalur belakang bukan termasuk perbuatan zina dalam arti yang sesungguhnya karena tidak dimasukkan ke dalam jalur sebenarnya yaitu qubul (vagina). Namun demiklian ingatlah wahai saudaraku perilaku ini sangat dilarang oleh Allah SWT waspadalah..
5.       Jika terjadi perzinahan (Naudzubillah Min Dzalik) segeralah bertaubat karena demi Allah wahai saudaraku dosanya sangat mengerikan.

Tapi ingat wahai saudaraku sebelum berpikir untuk melakukan perzinahan sebaiknya buang jauh-jauh pikiran tersebut karena berzina merupakan candu. Seseorang yang sudah sering berzina akan susah untuk terbebas dari pikiran untuk berzina.
Akhirnya tulisan ini hanya sebagai pengingat bagi kita semua, mari kita lakukan gerakan anti perzinahan. Semoga Allah selalu menjaga diri dan keluarga kita dari perbutan terkutuk berupa zina Amin Ya Rabbalalamin.

Puasa Ala Pekerja Meubel

PUASA ALA PEKERJA MEUBEL 
Desa Poncoharjo merupakan desa yang banyak membuka lapangan pekerjaan khusunya bidang meubel dan furniture Jepara. Hal ini dibuktikan dengan banyak penduduk desa ini yang membuka bengkel meubel Jepara bahkan penyebarannya tidak di pulau Jawa saja namun sudah merambah ke pulau-pulau besar di Indonesia khusunya pulau Sumatra. Bulan ramadhan merupakan bulan yang banyak dinanti oleh pemilik perusahaan meubel, betapa tidak pada bulan puasa banyak sekali konsumen yang memerlukan meubel serta furniture untuk kebutuhan menjelang lebaran idul fitri Di bulan ramadhan inilah berkah bagi perusahaan meubel dan juga para pekerjanya karena semakin banyak pesanan tentunya semakin banyak pekerjaan yang dikerjakan karena memang sistemnya adalah “borongan” dimana penghasilan dan bayaran berdasarkan banyaknya hasil pekerjaan para pekerja. Saya bukan akan menjelaskan tentang banyaknya pesanan para pekerja, namun lebih kepada menulis tentang kehidupan para pekerja meubel pada umumnya. Bagi para “Pencari Tuhan” bulan ramadhan dijadikan bulan penuh ibadah dimana orang akan beribadah semaksimal mungkin untuk mendapatkan pahala yang sebanyak banyaknya karena memang di bulan ini ibadah umat akan dilipatgandakan pahalanya terlebih juga Tuhan telah menambahkan waktu istimewa pada bulan ramadhan untuk beribadah yakni “Lailatul Qadar” sebagaimana wahyunya bahwa malam lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan yakni barang siapa yang beribadah pada malam lailatul qadar itu ibadahnya lebih baik dari seribu bulan. Hal yang disebutkan diatas mungkin kurang berlaku -untuk tidak dikatakan tidak berlaku-bagi para pekerja meubel, betapa tidak pada bulan ramadhan pesanan konsumen yang membutuhkan meubel meningkat tajam sehingga para pekerjapun harus bekerja bahkan cenderung tidak memperhatikan waktu, yang terpenting adakah kerja dan terus bekerja untuk mendapatkan uang sebanyak banyaknya masalah ibadah tidak begitu diperhatikan bahkan cenderung dilupakan, bahkan beranggapan Bulan Buasa hanya namanya saja tetapi perilakunya justru tidak… Memang betul bekerja di meubel terutama bagian finishing merupkan pekerjaan berat, namun sebagaimana telah diketahui bahwa bekerja adalah wajib namun puasa adalah sebuah perintah kewajiban, sebuah ajaran menyebutkan bahwa umat Islam yang memenuhi syarat wajib puasa harus melaksanakan puasa, jika tidak mampu berbukalah, artinya malamnya niat puasa serta sahur kemudian jika payah untuk melanjutkan, baru berbuka, namun harus menggantinya di hari yang lain di luar bulan puasa.