TIADA
HARI TANPA MENULIS
Siang ini hati mulai galau entah
apa yang aku pikirkan..ha..aku tak peduli yang penting aku menulis dan menulis,
meski belum terpikirkan apa yang harus aku tulis, ketika aku menonton “The X
Factor” di RCTI aku hanya menjadi penonton yang asyik melihat penampilan para
peserta, beranjak aku bangkit meski masih menonton acara tivi, aku ambil
komputer jinjing yang sejak tadi tersimpan rapi di tas komputer. Masih saja aku
berpikir apa yang harus aku tulis....ah itu tak penting, yang penting aku hanya
ingin menulis.....jadinya ya ini hasil tulisnnya, meski ga mutu banget tapi aku
puas..bisa menulis.....
Sesaat kemudian akupun teringat
terhadap pernyataaan ahli yang mengatkan kurang lebih seperti ini, “Menulislah
karena hanya itu yang membuat dunia tahu apa yang kamu pikirkan” memang menulis
sangatlah mudah, mudah karena tidak perlu teori yang ‘jelimet’ serta
pengetahuan yang berteletele, menulis hanya perlu menulis tak perlu berpikir
apa yang harus ditulis pokoknya tulis dan tulis.......
Sesaat kemudian hati mulai
teriris sedih membelenggu jiwa ini, ketika acara televisi berganti dengan
berita banjir menggenangi Ibu Kota....duh miris......semoga cepat surut tu banjir...dan
jangan lagi ada korban..pikirku....jari jemariku masih menari indah terdengar
suara bunyi klik-klik karena berbenturan dengaan keyboard komputer .
Ah apa yang mau aku tulis ya..apa
Bandung
Love Story aja ya....ah itukan udah pernah aku tulis...pikirku dalam
hati, tapi memang kisah ini begitu melekat denganku karena kisah ini yang mengiringi
perjalanan hidupku ketika kuliah dulu...ah sungguh kisah yang menarik.....aku mengurungkan
niat untuk menulis Bandung Love stori.....
Atau menulis tentang stress...ya
mungkin enak juga klo menulis tentang stress.
Stress...sungguh sesuatu yang baru
tentangku...aku adalah orang yang memiliki kepribadian yang berbeda, aku merasa
takut kehilangan dengaan orang yang aku cinta...saat itu aku mempunyai pacar
dan saat itu kami sedang KKN Di Sumedang kami berbeda kelompok.. bahkan sangat
jauh. Aku gelisah memikirkan kekasihku...terlebih aku mendengar bahwa kekasihku
menjadi ketua kelompok, aku semakin gelisah....kegelisaahanku yang dalam
kemudian berubah menjadi awal stress yang aku alami...kepala seakan berat di
bagian belakang....itulah awal stress bagiku....meski pada saat itu pengaruhnya
masih kecil....dan juga belum aku sadari...
Kini dia tidak menjadi istriku akupun
merelakannya meski aku duluan yang menikah...kini aku berjuang untuk melawan
stress yang tersisa dari masa lalu, semoga bisa terbebas dari stres..sekian
tentang stres...
Lalu aku mau nulis apa lagi
ya...mungkin aku cukupkan dulu terlebih aku harus mengedit tulisan yang tentu
masih acak-acakkan. Jika anda membaca
ini mungkin sudah rapi tapi, pastinya awalnya masih acak-acakan bisa hurufnya
yang berlebih atau berkurang sehingga susah dibaca (dimengerti) dan juga sudah
sore juga aku musti mandi dan baru nanti diposting diblog....
Saya mengajak kepada saudara
untuk mengikuti jejak saya untuk menulis menulis dan menulis jangan pedulikan
apa tulisannya akan bagus atau tidak yang penting tulis tulis dan tulis....dan
bagi yang sudah sering menulis selamat.....anda sudah menulis.....
Terimakasih....dan anda bisa
komen di bawah postingan ini.....






