Minggu, 19 Agustus 2018

LOVE STORY

TULISAN ISENG SAJA
(Bandung Love Story)


Malam baru saja mulai dan selimut malam mulai menyisir setiap sudut alam fana ini, bersamaan dengan saat hati penulis ingin menulis, namun entah apa yang ingin penulis  tulis. Betapa tidak, tulisan kadang hanya bersarang di folder komputer tanpa ada keinginan lagi untuk menyelesaikannya, memang menulis adalah mudah, mudah karena hanya ambil pulpen dan tulis apa saja yang akan anda tulis.  Hal ini tentu berlalu juga bagi penulis yang kadang di sela-sela jualan, penulis membuka kumputer jinjing untuk sekedar mengisi waktu sambil menunggu pembeli mampir penulis menulis namun kadang belum mempunyai bahan yang akan dibahas dan ditulis nanti.

Sambil menundukkan mata ke pandangan layar komputer sesekali penulis mendongak, berharap ada dan menyapa ramahcalon pembeli yang akan membeli dagangannya. Serta kadang penulis melihat lepas ke luar jalan melihat hilir mudik mobil-mobil skala besar yang lalu-lalang melintasi jalan pantura yang super sibuk ini. Sesekali matanya bersamaan dengan hati mengucap Masyaallah melihat makhluk berparas elok melintas dari pandangan mata.
Bersamaan pandangan mata yang mensiratkan kekaguman, hati mulai mengingat perjalanan masa muda yang tentu penuh dengan masa indah bersama pasangan, berkaitan dengan masa muda penulis hanya mengalaminya dengan seorang wanita saja yang dijalaninya saaat masa perkuliahan dulu, karena masa sebelumnya yakni MTS dan Aliyah berada di pesantren dan di masa yang indah itu penulis bersama teman sekampusnya yang bersama –sama dalam suka maupun duka dalam dunia pekuliahan, sehingga masa perkuliahan itu mempunyai memori tersendiri bagi penulis yang tentu berkesan.

Kesan itu yakni, kemana-mana selalu bersama menjelajah luasnya kota Bandung yang penuh dengan wisata alamnya, dengan motor sederhana penulis menjelajahi semua sudut kota Bandung sampai ke ujung kota dan pegunungannya, hampir semua sudut wisata alam yang ada di kota itu dilewati penulis bersama sang kekasih hati.
Bukan hanya berwisata ria saja namun penulis banyak turut andil dalam penyelesaian tugas –tugas pasangannya, mulai tugas kuliah yang bersifat tugas harian sampai pembuatan skripsi yang perjuangannya sungguh lumayan berkesan karena sulitnya bahan saat itu. Namun dengan kesungguhan bekerja menyelesaikan tugas akhir, akhirnya penulis mampu menyelesaikan dua skripsi sekaligus, miliknya dan skripsi pasangannya yang lumayan sulit itu.
ah jadi lebay… ah sudahlah itu masa lalu, namun penulis bersyukur diberi kesempatan melewati masa muda itu, karena menurut penulis cinta dan kasih sayang adalah anugrah.
Kini penulis menikmati masa-masa indah menjadi kepala keluarga, berkumpul bersama, pagi berangkat mengajar kemudian sorenya istrinya yang mengajar di rumah bersama beberapa santri,  sedang penulis bertugas di kois, begitu terus aktivitas setiap hari yang berlaku rutin bagi penulis, selain itu kini penulis sangat berbahagia karena diberi amanat lagi oleh Allah Subhanahu Wataala berupa janin yang dikandung sang istri semoga kelak menjadi anak yang soleh atau sholihah amin ya rabb…mohon doanya ya pembaca yang budiman.. hehe. Salam…


Rabu, 11 Juli 2018

KULIAH YES RADIKAL NO

SELAMAT KULIAH TAPI JANGAN RADIKAL YA!

Hampir sebagian besar orang yang pernah belajar di bangku sekolah SMA mengatakan bahwa masa indah dalam pendidikan adalah masa SMA, namun tidak bagi penulis, masa terindah adalah masa studi di bangku kuliah, penulis bisa mengatakan itu barangkali masa pendidikan penulis sejak di bangku Madrasah Tsanawiyah (Setingkat SMP) sampai dengan Madrasah Aliyah (setingkat SMA) dihabiskan di lingkungan pesantren yang jika ditilik dari kehidupannya hanya sekolah ke pesantren dan sebaliknya, demikian terus setiap hari sampai lulus Aliyah.
Suasana berbeda saat memasuki jenjang perkuliahan, masa-masa SMA seperti berubah seratus delapanpuluh drajat, saat SMA mungkin masih jaim (itu jaman gue) ga tahu kalau anak jaman sekarang.
Pada saat masuk ke jenjang perkuliahan pertama tentu banyak yang membuka stand-stand, stand di sini bukanlah stand berjualan ala kaki lima, tetapi banyak yang membuka pendaftaran organisasi-organisasi ke mahasiswaan yang dilakukan oleh kader organisasi kemahasiswaan, antara lain HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), KAMMI, HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), dan masih banyak lagi yang lainnya,
Dimasa kuliah inilah sebaiknya kita tidak sekedar barangkat pulang kuliah saja, tetapi sebaiknya kita juga aktif dalam kegiatan dalam organisasi kemahasiswaan, tetapi ingat sebaiknya kita selektif dalam memilih organisasi yang sesuai dengan latar belakang kita, betapa tidak, ada organisasi yang bersifat tertutup atau underground yang dalam pergerakannya lebih bersifat sembunyi-sembunyi, yang seperti inilah yang perlu diwaspadai karena sudah pasti cenderung pada organisasi radikal
CIRI-CIRI GERAKAN RADIKAL
Berikut akan penulis uraikan ciri-ciri gerakan radikal dari pengalaman pribadi penulis yang pernah masuk dalam gerakan radikal sebelum tahu dan akhirnya keluar.
·         POLA DAKWAH
Dalam gerakan radikal biasanya dibalut dengan cara serta konsep dakwah, namun hal ini bagi kita yang sudah pernah berpendidikan madrasah sedikit banyak mampu menghalau dakwah radikal ini, karena tidak sesuai yang diajarkan guru-guru madrasah sejak kecil dulu.
·         Materi Dakwah
Selain konsepnya dakwah, dalam materi dakwahnya menggunakan konsep ‘Takfiri’, yaitu mengutip ayat-ayat yang mengkafirkan orang lain,
·         Kutipan Ayat Al Qur’an
Dalam mengutip ayat Al Qur’an diambil potongan-potongan ayat sebagai berikut:
ü  QS Al Maidah ayat 44, 45 dan 47 namun hanya diartikan secara terjemah saja tidak menggunakan  tafsir ulama klasik yang biasa dilakukan ulama atau guru-guru kita.
Berikut teks QS Al Maidah Tersebut:

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ (44)

44. …Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.


 وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (45)

45. …Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (47)

47….Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.

Dalam praktek pengajarannya sebagaimana yang penulis pernah alami adalah pembicara panjang lebar ‘menghakimi’ hukum di Indonesia yang toghut lalu pendengar disuruh membuka ayat diatas dan membaca terjemahannya, kemudian penceramah membandingkan hukum di Indonesia lalu duaarr semua orang dihukumi kafir.
Namun Alhamdulillah-nya, ketika penceramah menulis di papan tulis bahasa arab, eh ternyata tidak menguasai tulisan arab, dari sini penulis menyimpulkan bahwa penceramah tersebut tidak menguasi agama secara baik sehingga penulis merasa tidak cocok dengan ceramah agamanya.
Selalu mengkafirkan orang lain yang tidak sefaham dengan diri mereka, ini ciri yang sangat jelas terlihat, jika dalam dakwah isinya hanya mengkafirkan setiap orang -sekali lagi setiap orang- maka sudah pasti anda sudah masuk ke dalam ’LIQO’ atau pengajian dakwah ala kaum radikal, sebagai catatan bahwa kata kafir pemahaman awam harus dibunuh atau halal darahnya atau masuk neraka.
Jika anda mengikuti dakwah dengan ciri di atas secepatnya anda harus walk out atau keluar dari pengajian tersebut, dengan kata lain anda harus selektif masuk organisasi, pilihlah organisasi yang sudah populer dekat dengan islam rahmatan lil ‘alamin seperti HMI dan PMII.
Itulah sekedar pengetahuan sebagai pembekalan pada pemuda-pemuda yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan, namun harus tetap waspada menjaga aqidah dari ajakan untuk menjadi radikal.
(mohon koreksi jika salah)
Wallahu A’lam


Rabu, 04 Juli 2018

ASAL MULA BARONGAN


ASAL USUL BARONGAN
BARONGAN VERSES REOG SERTA ASAL USULNYA

Pada dasarnya penulis bukan hendak menjelaskan sejarah atau asal mula ‘Barongan’ karena penulis sendiri tidak tahu persis asal usulnya, namun penulis hanya akan menuliskan asal mula Reog Ponorogo berdasar atas sumber yang menjadi rujukan penulis.
Adapun rujukan asal mula Reog Ponorogo adalah buku “Sabda Palon- Dhamar Shasongko” yang menjelaskan panjang lebar dan cukup menarik untuk dibaca tentang sejarah masa lalu dikemas dalam bahasa novel.
Alkisah, pada zaman kerajaan Majapahit dipimpin oleh Raja Brawijaya V (±1500M) sang raja yang terkenal dengan pecinta sejati wanita wanita cantik, yang kemudian mempersunting selir yang cantik jelita dari negeri Champa, yang kemudian salah satu (Raja Brawijaya terkenal dengan banyak istri) permaisurinya sendiri diserahkan kepada Adipati Pelembang yang pada saat itu sedang mengandung Raden Patah (kelak menjadi raja Islam Jawa Demak), namun ternyata setelah menikah dengan permaisuri barunya Kerajaan Majapahit di bawah kendali sang permaisuri barunya tersebut, kebijakan yang berkaitan dengan pemerintahan selalu di bawah kendali sang permaisuri barunya, setelah sekian lama di bawah kendali sang permaisuri lambat laun marwah pemerintahan Majapahit yang membentang luas sampai ke Philipina saat ini berkat jasa Mahapatih Gajah Mada akhirnya semakin melemah, Negara-negara bawahan banyak yang melepaskan diri, melihat perkembangan pemerintahan Majapahit yang semakin melemah menjadi perhatian Adipati Ponorogo yang tiada lain masih berhubungan darah dengan raja Majapahit itu.
Di suatu kesempatan saat perayaan tahunan yang biasa diadakan oeh pemerintahan  kutaraja yaitu saat perayaan tahunan dan semua negeri bawahan harus menghadap ke ibukota kerajaan Majapahit sebagai bukti kesetiaan serta harus menampilkan kreasi seni dan pertunjukan, maka saat itulah terbersit pada diri Adipati Ponorogo untuk membuat kreasi seni yang sekarang ini kita sebut dengan tarian Reog Ponorogo.
Tarian ini menggunakan piranti tari bernama Dhadak Merak, yaitu sebuah piranti tari yang berupa duplikat kepala harimau dengan banyak hiasan bulu-bulu burung merak di atasnya. Dhadak merak ini dimainkan oleh satu orang, dengan diiringi oleh prajurid yang bertingkah seperti banci (sekarang dimainkan oleh wanita tulen). Ditambah satu tokoh yang bernama Pujanganom dan satu orang Jathilan, melompat lompat seperti orang gila.
Dari model dan bentuk di atas sebenarnya adalah kreasi dari Adipati Wengker Ponorogo sebagai bentuk sindiran terhadap pemerintah kerajaan Majapahit, apa itu bentuk sindirannya. 
Kerajaan Majapahit, kini diperintah oleh seekor harimau yang dikangkangi oleh burung merak yang indah. Harimau itu tidak berdaya di bawah selangkangan sang burung merak. Para Prajurid Majapahid sekarang berubah menjadi penakut, melempem dan banci, para pejabat terasa acuh tak acuh.
Dikisahkan juga setelah raja tertarik dengan tarian dari utusan Adipati Ponorogo, lalu raja meminta penjelasan tentang tariannya, dijawab oleh Adipati seperti apa yang penulis jelaskan di atas, seketika marahlah raja Brawijaya sehingga terjadilah perang  saudara yang mengerikan itu, akhirnya Ponorogo yang hanya kerajaan kecil harus menerima kekalahan, dan ratusan bahkan ribuan nyawa harus tewas sia-sia karena perang Warog Ponorogo ini.
Demikian kisah Reog Ponorogo, adapun barongan menurut penulis terilhami dari reog ini, sebagaimana diketahui bahwa barongan yang ada saat ini seperti KUSUMOJOYO, KADEMANGAN dan yang lain merupakan barongan modern, karena barongan dulu tidaklah sebagus sekarang, dulu barongan dibuat dengan sederhana, seperti barongan dari Cuwati yang sekarang sedang mati suri ini.

Yang menarik adalah tarian 'Reog Ponorogo' ini adalah sindiran bagi para lelaki petualng cinta yang hanya memperturut nafsu semata lalu melupakan tugasnya sebagai pemimpim, apakah itu pemimpin kerajaan, sampai pemimpin desa sekalipun, lalu bagaimana dengan pemimpinmu apakah seperti itu, silahkan anda bertafakkur sendiri
Wallahu A'lam.



Selasa, 19 Juni 2018

Pemilihan KPPS 2018


BAU BUSUK PEMILIHAN KPPS

Suatu hari seorang pemuda dengan penuh semangat mengumpulkan berkas -berkas untuk pemilihan KPPS di suatu desa berharap bisa  bergabung untuk sekedar meramaikan kontestasi politik yang penuh gembira namun ternyata niat baik itu mentok di tengah jalan bukan karena persyaratan tidak mencukupi namun karena proses pemilihannya yang tidak akuntabel, berikut ceritanya;
Semburat cahaya kuning muncul di ufuk timur, surya pagi menyapa warga desa Pancajaya dengan cerah ceria. Seorang pemuda dengan percaya diri mengumpulkan berkas yang terdiri dari ijasah sarjana, pas foto, Kopi identitas serta berkas kelengkapan lainnya, menyusul info di papan pengumuman tentang pemilihan KPPS (Kami Para Pecinta Sejati) (jangan protes ini kepanjangan gue aja ga usah dikait2in)
Hari itu surat undangan sampai di tangan sang pemuda yang isinya tentu seleksi wawancara pemilihan KPPS oleh PPS (Para Pecinta Sejati) (jangan protes terserah gue, jangan dikaitkan), setelah dibaca mengertilah sang pemuda untuk hadir pada hari yang tertera di surat undangan tersebut.
Hari itu setelah mandi dan berpakaian rapi sang pemuda datang ke lokasi wawancara di AULA desa Pancajaya tersebut. Setelah mengisi absensi serta mengantri cukup lama tibalah sang pemuda mendapat giliran wawancara dan tepat saat itu pemuda itu diwawancara oleh Sugus yang sebenarnya teman waktu SMA sang pemuda tersebut, setelah ngobrol beberapa saat Sugus akhirnya meminta sang pemuda untuk menulis nama serta tandatangan, setelah itu Sugus hanya ngobrol tanpa menanyakan sama sekali subtansi dari pemilihan bahkan bertanya tentang kondisi kantor sang pemuda, selesai wawancara sang pemudapun pulang ke rumah namun sebelum pulang berpapasan dengan calon yang lain yang datang belakangan. Belakangn orang-orang yang datang terlamabat tadi yang diyakini tidak ikut tes wawancara lolos seleksi.
Sampai hari pengumuman tiba, ternyata nama sang pemuda tidak tercantum di papan pengumuman artinya sang pemuda gagal dalam seleksi, sang pemuda berpikir entah apa yang menyebabkan dia gagal, namun setelah bertanya sana sini akhirnya disimpulkan bahwa nama-nama yang lolos seleksi adalah nama-nama yang merupakan pesanan kepada panitia, memanglah demikian adanya karena berdasarkan apa yang didengar langsung oleh sang pemuda sebelum hari seleksi bahwa nama-nama KPPS sudah ada, sehingga pemanggilan seleksi hanya formalitas saja, itulah bau busuk seleksi KPPS.
Setelah ditilk lebih dalam bahwa yang lolos KPPS ternyata orang orang yang sudah dipilh, bahkan ada kabar bahwa salah satu calon tidak dapat menjawab pertanyaan PPS pun lolos, ada juga yang satu keluarga semuanya lolos dan yang lebih hebat juga teman ngajar PPS Sugus lolos semua sedangkan pemuda dan satu temannya yang guru MI ga diloloskan, dari itu, sang pemuda berniat memberitahukan kepada sang ‘Jendral’ yang merupakan teman PPS Sugus itu agar diberi nasehat, memang ‘Jendral’ itu merupakan jenderalnya sang pemuda, yang lebih mengherankan lagi ada seorang calon yang pendidikan formalnya hanya kejar paket yang hanya datang ketika ujian saja (ini diketahui setelah sang pemuda ngobrol langsung dengan slah satu calon) pun lolos seleksi RUAAARRR BINASA.
Demikian kisah sang pemuda, semoga sang pemuda mengurungkan niatnya untuk GOLPUT PILKADA karena kecewa dengan proses seleksi yang berbau busuk.

Sebagai tambahan, ternyata penyeleksinya adalah penerus gen dari pemimpin desa zaman orde baru yang penulis ingat sangat tidak demokratis, sebagai contoh orangtu penulis dipersulit dalam administrasi, misalnya pernikahan atau jika ada sumbangan selalu tidak dapat, itu dilakukan perangkat desa saat itu karena kakek penulis atau orang tua dari ayah penulis adalah Ansor  dan juga Kiai desa yang dulu berafiliasi pada PPP samapai menyatakan khittah, namun masih dikaitkan dengan partai tertentu utamanya PPP, sebagaimana diketahui partai saat itu cuma ada tiga selain Golkar dan PDI (tanpa Perjuangan).
Terimakasih....