Rabu, 03 April 2013

Kampung tanpa rokok


MENGGAGAS KAMPUNG TANPA ASAP ROKOK
Kesehatan adalah anugerah terindah Tuhan, dengan berbadan sehat manusia bisa beraktifitas mulai dari bekerja mancari nafkah untuk keluarga sampai dengan beribadah kepada Tuhan Allah Subhanahu wata’ala karena kesempurnaan nikmat adalah berfungsinya semua organ-organ tubuh kita untuk digunakan dalam beribadah kepada Allah Swt.
Semua gambar diambil dari http://tinyurl.com/cxjcb9o
Dalam kehidupan nyata perilaku masyarakat tentunya berbeda antara satu orang dengan orang lainnya tentu ini dipengaruhi oleh hal-hal yang melatarbelakanginya, antara lain budaya, agama, ekonomi serta keluasan pengetahuannya.
Dalam kehidupan bermasyarakat seharusnya seseorang mampu menumbuhkembangkan prinsip toleransi  yang tidak hanya toleransi sosial semata seperti sopan dengan tetangga, tidak mengunjingkan kejelekannya, menjenguk saudara yang sakit, dan sebagainya, tapi yang juga penting bahkan sangat penting adalah orang lain terbebas dari penyakit yang ditimbulkan oleh diri kita, kita contohkan disini adalah kebiasaan merokok kita yang akan merugikan kesehatan tidak hanya diri kita sebagai perokok aktif namun juga akan merugikan terhadap orang lain di sekitar kita, terlebih anak-anak bahkan balita yang masih merah.
Di Desa Poncoharjo banyak sekali kegiatan (ritual-ritual) keagamaan misalnya; Tahlilan, berjanjenan, manaqiban, empat bulanan, tujuh bulanan, sampai dengan upacara kematian dan kelahiran , untuk yang terakhir ini kita beri perhatian lebih, betapa tidak pada saat perayaan upacara kelahiran anak tentu para bapak tamu undangan yang hampir seluruhnya perokok itu akan ‘menikmati’ racun rokok bahkan ruangan sampai penuh sesak serta engap dengan asap rokok, bayangkan bagaimana dengan anak bayi yang baru lahir itu.
Sebagai pengetahuan berikut kita cantumkan keterangan-keterangan para ahli tentang bahaya asap rokok di klik link ini http://tinyurl.com/bvouoeh

Jelas sudah bagi kita apa kerugian yang ditimbulkan dari aktifitas kita menghisap (bukan mengkonsumsi) rokok terlebih bagi orang lain khususnya bayi.
Tubuh Perokok
Bagi yang sadar tentang bahayanya kemudian terpikir olehnya bagaimana caranya agar kampung ini menjadi kampung yang asri, sejuk jauh dari racun asap rokok, tentu jawabannya adalah mulai dari diri sendiri "ابدأ بنفسك"  setelah orang mampu menjadi contoh untuk tidak merokok bagi adik atau juga kepada anak-anaknya tentu ini bisa ditiru oleh adik atau juga oleh anak-anaknya itu, selain itu ingatlah selalu kalimat ini “Smoking too much will kill you” “merokok dapat membunuhmu” begitu artinya.
Kalau kita bisa mencontoh daerah ini http://tinyurl.com/cdsy2n8 ini adalah kampung percontohan untuk desa tanpa asap rokok sungguh asri.
Selain solusi dari diri sendiri, bergeser kita mencoba mencari solusi yang bisa atau berpengaruh untuk khalayak umum khusunya warga kampung, misalnya ketika kita mengadakan hajatan di rumah kita, sebaiknya kita tidak menyuguhi rokok, paling tidak diawal datang, diganti dengan memasukkan rokok di ‘berkat’ tamu undangan yang akan diberikan kepada tamu undangan saat pulangnya.
Untuk solusi dengan jangkauan yang lebih luas, tentu ini harus dikembalikan kepada pemerintah desa dan jajarannya untuk membuat kebijakan-kebijakan sebagai anjuran kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi rokok di tempat umum, atau berikan contoh untuk tidak merokok di tempat umum sehingga dicontoh oleh masyarakat umum dan generasi berikutnya Insyaallah. Untuk teknis yang lain bisa kita mencontoh dari daerah percontohan yang telah kita sebut diatas.
Akhirnya kita berharap semoga perokok aktif akan semakin berkurang sehingga racun rokok tidak tersebar dan generasi berikutnya adalah generasi yang sehat. Pertanyaannya MUNGKINKAH!!!!! jawabannya ada di tangan anda…


0 comments:

Posting Komentar

tinggalkan komentar anda disini