MENGGAGAS KAMPUNG
TANPA ASAP ROKOK
Kesehatan adalah anugerah terindah
Tuhan, dengan berbadan sehat manusia bisa beraktifitas mulai dari bekerja
mancari nafkah untuk keluarga sampai dengan beribadah kepada Tuhan Allah Subhanahu
wata’ala karena kesempurnaan nikmat adalah berfungsinya semua organ-organ tubuh
kita untuk digunakan dalam beribadah kepada Allah Swt.
![]() |
| Semua gambar diambil dari http://tinyurl.com/cxjcb9o |
Dalam kehidupan nyata perilaku masyarakat
tentunya berbeda antara satu orang dengan orang lainnya tentu ini dipengaruhi
oleh hal-hal yang melatarbelakanginya, antara lain budaya, agama, ekonomi serta
keluasan pengetahuannya.
Dalam kehidupan bermasyarakat
seharusnya seseorang mampu menumbuhkembangkan prinsip toleransi yang tidak hanya toleransi sosial semata
seperti sopan dengan tetangga, tidak mengunjingkan kejelekannya, menjenguk saudara
yang sakit, dan sebagainya, tapi yang juga penting bahkan sangat penting adalah
orang lain terbebas dari penyakit yang ditimbulkan oleh diri kita, kita
contohkan disini adalah kebiasaan merokok kita yang akan merugikan kesehatan
tidak hanya diri kita sebagai perokok aktif namun juga akan merugikan terhadap
orang lain di sekitar kita, terlebih anak-anak bahkan balita yang masih merah.
Di Desa Poncoharjo banyak sekali
kegiatan (ritual-ritual) keagamaan misalnya; Tahlilan, berjanjenan,
manaqiban, empat bulanan, tujuh bulanan, sampai dengan upacara kematian dan
kelahiran , untuk yang terakhir ini kita beri perhatian lebih, betapa tidak
pada saat perayaan upacara kelahiran anak tentu para bapak tamu undangan yang
hampir seluruhnya perokok itu akan ‘menikmati’ racun rokok bahkan ruangan sampai
penuh sesak serta engap dengan asap rokok, bayangkan bagaimana dengan
anak bayi yang baru lahir itu.
Sebagai pengetahuan berikut kita
cantumkan keterangan-keterangan para ahli tentang bahaya asap rokok di klik link ini http://tinyurl.com/bvouoeh
Jelas sudah bagi kita apa
kerugian yang ditimbulkan dari aktifitas kita menghisap (bukan mengkonsumsi)
rokok terlebih bagi orang lain khususnya bayi.
![]() |
| Tubuh Perokok |
Bagi yang sadar tentang bahayanya
kemudian terpikir olehnya bagaimana caranya agar kampung ini menjadi kampung yang
asri, sejuk jauh dari racun asap rokok, tentu jawabannya adalah mulai dari diri
sendiri "ابدأ بنفسك" setelah orang mampu menjadi contoh untuk tidak
merokok bagi adik atau juga kepada anak-anaknya tentu ini bisa ditiru oleh adik
atau juga oleh anak-anaknya itu, selain itu ingatlah selalu kalimat ini “Smoking
too much will kill you” “merokok dapat membunuhmu” begitu artinya.
Kalau kita bisa mencontoh daerah
ini http://tinyurl.com/cdsy2n8
ini adalah kampung percontohan untuk desa tanpa asap rokok sungguh asri.
Selain solusi dari diri sendiri,
bergeser kita mencoba mencari solusi yang bisa atau berpengaruh untuk khalayak
umum khusunya warga kampung, misalnya ketika kita mengadakan hajatan di rumah
kita, sebaiknya kita tidak menyuguhi rokok, paling tidak diawal datang, diganti
dengan memasukkan rokok di ‘berkat’ tamu undangan yang akan diberikan kepada
tamu undangan saat pulangnya.
Untuk solusi dengan jangkauan
yang lebih luas, tentu ini harus dikembalikan kepada pemerintah desa dan
jajarannya untuk membuat kebijakan-kebijakan sebagai anjuran kepada masyarakat
untuk tidak mengkonsumsi rokok di tempat umum, atau berikan contoh untuk tidak merokok
di tempat umum sehingga dicontoh oleh masyarakat umum dan generasi berikutnya Insyaallah.
Untuk teknis yang lain bisa kita mencontoh dari daerah percontohan yang telah
kita sebut diatas.
Akhirnya kita berharap semoga
perokok aktif akan semakin berkurang sehingga racun rokok tidak tersebar dan
generasi berikutnya adalah generasi yang sehat. Pertanyaannya MUNGKINKAH!!!!! jawabannya
ada di tangan anda…







