Ada pemujaan di desaku?
Allah Subhanahu Wataala adalah Tuhan penguasa alam semesta tak patutlah kita sebagai manusia menduakan Allah kepada makhluknya apalagi mempercayai ada kakuatan lain yang dapat menolong manusia wah itu dinamakan syirik waspadalah!
Desa Poncoharjo merupakan Desa yang sangat indah dengan lebih dari 3000 penduduk serta mayoritas bercocok tanam alias petani khusunya petani padi dan memang lahan yang luas memberikan berkah tersendiri bagi warga Desa Poncoharjo, sehingga bagi penduduk yang mempunyai sawah pribadi hampir dipastikan Sejahtera.
Namun ada hal yang menarik bagi penulis untuk ditelaah, ya ini berkaitan dengan keyakian masyarakat Desa Poncoharjo yang berkeyakinan terhadap penguasaan leluhur yang mempengaruhi terhadap apapun kehidupamn sosial masyarakat desa.
Desa Poncoharjo yang mayoritas Petani mempunyai tradisi leluhur yang cukup aneh ya.. ada indikasi pemujaan terhadap petilasan yang warga sekitar menyebutnya sebagai Makam Mbah Gunung Tanjung Anom (yaitu leluhur yang dipercaya sebagai Babat Tanah Desa Poncoharjo)
Desa Poncoharjo yang dalam masyarakat Kabupaten sering disebut Desa Cuwati ini terdapat makam atau tepatnya petilasan Mbah Gunung, Mbah Gunung ini merupakan makam leluhur yang dikeramatkan, yaitu segala hal yang berkaitan dengan kehidupan baik sosial, ekonomi, budaya, bahkan sampai agama harus meminta restu dari Mbah Gunung. Berikut adalah permintaan yang biasanya ditujukan kepada makam tersebut:
1. Pernikahan
2. Usaha/Perdagangan
3. Kesembuhan dari penyakit
4. Izin mengadakan kegiatan
5. Calon Kepala Desa (perangkat desa)
Berikut penjelasannya:
1. Pernikahan
Pada saat seorang warga akan melangsungkan pernikahan maka pihak orang tua calon pengantin ”sowan” ke makam serta mengambil bunga untuk ditaruh di acara pernikahan sebagai izin serta sesajian agar pelaksanaan pernikahan berjalan dengan lancar tanpa halangan suatu apapun.
2. Usaha
Apabila ada warga desa yang akan melakukan kegiatan usaha/perbisnisan maka wajib bagi dia secara moral untuk sowan ke makam Mbah Gunung untuk meminta kelancaran usaha sehingga usahanya bisa berkembang dengan pesat dan mendapat untung yang sangat besar.
3. Kesembuhan
APabila ada warga Desa yang sakit baik secara medis atau apapun maka biasanya dimintakan tanah makam untuk dibuat obat pada warga yang sakit tersebut, yang diharapkan dengan mempergunakan tanah makam tersebut dia bisa sembuh kembali seperti sediakala.
4. Izin kegiatan
Sebagai contoh Desa Poncoharjo sering mengadakan kegiatan rutin yaitu kegiatan perayaan suyukuran panen raya sedekah bumi yang biasanya dilaksanakan pada bulan Apit yaitu bulan kesebelas pada perhitungan Bulan Jawa, yaitu melakukan kegiatan wayang semalam suntuk yang diadakan oleh pemerintah Desa Poncoharjo, maka harus Sowan ke makam tersebut untuk keselamatan serta kesuksesan dari pelaksanaan sedekah bumi tersebut.
5. Calon Kepala Desa
Apabila ada kegiatan pemilihan Kepala Dea Poncoharjo, maka sowan Kepada Mbah Gunung merupakan kegiatan wajib agar mendapat izin dan tentunya kemenangan sehingga menjadi Kepala Desa Poncoharjo.
Kepercayaan masyarakt amat kuat terbukti apabila ada sesuatu hal maka masyarakat akan secara cepat menghubungkan terhadap kesalahan seseorang terhadap leluhur, misalnya pernah terjadi ada orang sakit sangat parah sehingga sulit ditentukan apakah orang tersebut dapat sembuh atau tidak dari penyakitnya, namun anehnya masyarakat malah “menjus” bahwa sakit yang diderita orang tersebut karena kualat terhadap leluhur yaitu membangun rumah tingkat dua tidak izin dulu terhadap leluhur. Dst dst.
Memang makam tersebut tidak sepi dari peziarah yang datang berkunjung, baik siang maupun malam. Penulis jadi ingat terhadap kisah perjalan nabi Ibrahim yang mencari Tuhannya ketika itu dia melihat matahari maka Beliu menganggap matahari sebagai Tuhan, namun ketika matahari tenggelam diufuk barat maka goyah keyakinan Nabi Ibrahim, kemudian terlihat bulan diyakini Nabi Ibrahim sebagai Tuhan tapi ketika bulan hilang karena waktu menjadi pagi maka goyahlah keyakinnna Nabi Ibrahim.
Pada saat ini kita mencoba menjernihkan hati serta pikiran kita dari pengaruh zaman purba, kita menempatkan diri sebagai insan cendikia yang berpikir nalar secara logika, serta kita berada di masyarakat yang berpikir memuja terhadap leluhur, Pasti kita akan mengalami serangan Psikologis terhadap orang-orang yang masih menganut pemikiran tersebut di atas.
Akhirnya penulis hanya mengingatkan baik kepada diri sendiri umumnya kepada semua masyarakat Desa Poncoharjo untuk tidak terlalu memuja terhadap leluhur yang memungkin bisa mengangkat keimanan kita yang sudah terpatri kuat ini, karena ketahuilah dosa syirik adalah dosa yang sangat besar, dosa yang dijelaskan sendiri oleh Allah tidak akan diampuni dan akan masuk neraka selama-lamanya naudzubillah mindzalik. Semoga kita semua terbebas dari syirik Amin.