SELAMAT KULIAH TAPI
JANGAN RADIKAL YA!
Hampir sebagian besar orang yang
pernah belajar di bangku sekolah SMA mengatakan bahwa masa indah dalam
pendidikan adalah masa SMA, namun tidak bagi penulis, masa terindah adalah masa
studi di bangku kuliah, penulis bisa mengatakan itu barangkali masa pendidikan
penulis sejak di bangku Madrasah Tsanawiyah (Setingkat SMP) sampai dengan Madrasah
Aliyah (setingkat SMA) dihabiskan di lingkungan pesantren yang jika ditilik
dari kehidupannya hanya sekolah ke pesantren dan sebaliknya, demikian terus setiap
hari sampai lulus Aliyah.
Suasana berbeda saat memasuki jenjang
perkuliahan, masa-masa SMA seperti berubah seratus delapanpuluh drajat, saat
SMA mungkin masih jaim (itu jaman gue) ga tahu kalau anak jaman sekarang.
Pada saat masuk ke jenjang
perkuliahan pertama tentu banyak yang membuka stand-stand, stand di sini
bukanlah stand berjualan ala kaki lima, tetapi banyak yang membuka pendaftaran
organisasi-organisasi ke mahasiswaan yang dilakukan oleh kader organisasi
kemahasiswaan, antara lain HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pergerakan
Mahasiswa Islam Indonesia), KAMMI, HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), dan masih
banyak lagi yang lainnya,
Dimasa kuliah inilah sebaiknya
kita tidak sekedar barangkat pulang kuliah saja, tetapi sebaiknya kita juga
aktif dalam kegiatan dalam organisasi kemahasiswaan, tetapi ingat sebaiknya
kita selektif dalam memilih organisasi yang sesuai dengan latar belakang kita,
betapa tidak, ada organisasi yang bersifat tertutup atau underground yang
dalam pergerakannya lebih bersifat sembunyi-sembunyi, yang seperti inilah yang
perlu diwaspadai karena sudah pasti cenderung pada organisasi radikal
CIRI-CIRI GERAKAN RADIKAL
Berikut akan penulis uraikan
ciri-ciri gerakan radikal dari pengalaman pribadi penulis yang pernah masuk
dalam gerakan radikal sebelum tahu dan akhirnya keluar.
·
POLA DAKWAH
Dalam gerakan
radikal biasanya dibalut dengan cara serta konsep dakwah, namun hal ini bagi
kita yang sudah pernah berpendidikan madrasah sedikit banyak mampu menghalau
dakwah radikal ini, karena tidak sesuai yang diajarkan guru-guru madrasah sejak
kecil dulu.
·
Materi Dakwah
Selain konsepnya
dakwah, dalam materi dakwahnya menggunakan konsep ‘Takfiri’,
yaitu mengutip ayat-ayat yang mengkafirkan orang lain,
·
Kutipan Ayat Al Qur’an
Dalam mengutip ayat
Al Qur’an diambil potongan-potongan ayat sebagai berikut:
ü
QS Al Maidah ayat 44, 45
dan 47 namun hanya diartikan secara terjemah saja tidak menggunakan tafsir ulama klasik yang biasa dilakukan
ulama atau guru-guru kita.
Berikut teks QS Al Maidah Tersebut:
وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ (44)
وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ (44)
44. …Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang
diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.
وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (45)
45. …Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.
وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (47)
47….Barangsiapa tidak
memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah
orang-orang yang fasik.
Dalam
praktek pengajarannya sebagaimana yang penulis pernah alami adalah pembicara
panjang lebar ‘menghakimi’ hukum di Indonesia yang toghut lalu pendengar
disuruh membuka ayat diatas dan membaca terjemahannya, kemudian penceramah
membandingkan hukum di Indonesia lalu duaarr semua orang dihukumi kafir.
Namun
Alhamdulillah-nya, ketika penceramah menulis di papan tulis bahasa arab, eh
ternyata tidak menguasai tulisan arab, dari sini penulis menyimpulkan bahwa
penceramah tersebut tidak menguasi agama secara baik sehingga penulis merasa
tidak cocok dengan ceramah agamanya.
Selalu mengkafirkan orang lain
yang tidak sefaham dengan diri mereka, ini ciri yang sangat jelas terlihat,
jika dalam dakwah isinya hanya mengkafirkan setiap orang -sekali lagi setiap
orang- maka sudah pasti anda sudah masuk ke dalam ’LIQO’ atau pengajian
dakwah ala kaum radikal, sebagai catatan bahwa kata kafir pemahaman awam harus
dibunuh atau halal darahnya atau masuk neraka.
Jika anda mengikuti dakwah dengan
ciri di atas secepatnya anda harus walk out atau keluar dari pengajian
tersebut, dengan kata lain anda harus selektif masuk organisasi, pilihlah
organisasi yang sudah populer dekat dengan islam rahmatan lil ‘alamin
seperti HMI dan PMII.
Itulah sekedar pengetahuan
sebagai pembekalan pada pemuda-pemuda yang akan melanjutkan pendidikan ke
jenjang perkuliahan, namun harus tetap waspada menjaga aqidah dari ajakan untuk
menjadi radikal.
(mohon koreksi jika salah)
Wallahu A’lam
Wallahu A’lam







