Jumat, 12 Agustus 2011

kelahiran bayiku

MY BABY STORY

Perjalanan seseorang dengan seseorang yang lain tidaklah sama, tentunya hal tersebut berlaku bagi kelahiran anakku yang tersayang.

Malam itu malam jum’at sekitar pukul 3 pagi istriku tersayang mengalami mules-mules pertanda adanya kontraksi dari bayi yang ada dalam kandungan untuk menuju ujung ‘pelawangan’ rahim istriku. Namun hal itu tidaklah berjalan terus menerus namun perlahan-lahan menuju persalinan yang sebenarnya.

Esok harinya sekitar jam delapan pagi proses persalinan mulai menunjukkan pertanda kemajuan hal ini terbukti dari keluarnya semacam cairan kental dari rahim istriku, namun demikian hal ini tidaklah berjalan lama berhenti begitu saja.

Dua jam kemudian...


Proses persalinan yang panjang menambah rasa sakit ketika mengalami pembukaan pada rahim istriku hampir pasti dibarengi dengan jeritan memilukan. Pertanda itu kembali muncul, cairan yang kedua kembali keluar dari rahim istriku namun disertai dengan keadan yang payah, dengan menangis kesakitan istriku menahan perih yang menyertai proses persalinan.

Sore itu sekitar jam 5.30, istriku sudah tidak kuat lagi untuk menahan sakit yang membelenggunya akhirnya, kami membawanya ke Rumah Bersalin yang menjadi tempat periksa kandungan istriku selama ini, akhirnya bidan memeriksa kandungannya, namun setelah diperiksa akhirnya istriku hanya pasrah menunggu keberlanjutan pembukaan rahimnya, karena sejak kedatangan istriku di rumah bersalin itu baru pembukaan 3-4, sehingga masih menunggu dengan jangka waktu yang cukup lama.

Dalam proses perkembangan pembukaan itu praktis tangisan pilu mengiringi, seperti jeritan kesakitan, memukul suami memukul ke dinding kamar dan sebagainya. menurut perkirakan bidan tersebut lahir jam 10 malam.

Jam sepuluh malam waktu yang dinantikan untuk kelahiran anakku sudah tiba, namun orok yang di dalam tak nampak mau keluar, tenaga istriku sudah mulai terkuras karena berulang kali harus mengeden mendorong anakku keluar.

Ditengah kegalaun hati dengan berunding terlebih dahulu dengan anggota keluarga akhirnya kami sepakat untuk membawa istriku ke Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Di tengah perjalan menuju Rumah Sakit istriku terus menjerit kesakaitan akhirnya sekitar pukul 1.10 dini hari kami beserta istriku tiba di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Proses adminstrasi selesai akhirnya istriku di bawa ke ruang persalinan lantai bawah. Kamipun disuruh keluar oleh petugas. Dengan perasaan was-was kami menunggu sedangkan saya ikut ke dalam menemani istriku yang masih terus menjerit kesakitan. Akahirnya bidan memberikan suntikan yang menurut istriku adalah untuk mengeluarkan isi perut berupa makanan, betul setelah beberapa detik makanan yang sore itu dimakan keluar semua.

Sambil menunggu dokter, istriku terus berjuang melawan rasa sakit. Sedangkan aku begitu setia menemani istriku yang berjuang melawan maut.

Sejam kemudian tiba dokter yang belakangan kami ketahui bernama Dr. Gunawan Sp. OG yang merupakan dokter sepesial bedah yang akan mengoperasai cesar istriku

Hampir pukul dua sudah ketika sang dokter memberitahukan kami untuk berdo’a atas keselamatan istriku dalam menjalani operasi cesar itu. Kamipun dengan khusu’ menengadahkan tangan kami untuk keselamatan istriku, degan sedikit meneteskan air mata yang sejak tadi sulit terbendung kami berdoa.

Akhirnya sabtu jam 02.10 pagi anakku lahir. Seorang anak laki-laki ynag tampan dengan berat 2.8 kilo serta panjang 47 centimeter yang belakangan kami namakan dia dengan MUHAMMAD HUSNUZEN EL MUBARAK (محمد حسن الزين المبارك).


Namun sejak kelahirannya istriku baru sekali bertemu dengannya karena berbeda ruang namun keesokan harinya baru kami berdua bertemu dengan anakku yang masih merah bersegel dilengannya menunjukkan tanda anak kami.

Lima hari lamanya kami menghabiskan waktu di rumah sakit www.rsisultanagung.co.id begitu lama seakan waktu berjalan. Di hari pertama pasca kelahiran istriku masih memakai infuse serta kantong urine di samping tempat tidurnya dengan posisi masih tidur terlentang serta puasa bicara selama 2 jam lamanya baru esok harinya istriku bisa miring ke kiri dan kanan dengan infuse serta kantong urin masih terpasang. Hari ketiga infuse serta kantong urin sudah mulai dicopot serta diharuskan istriku untuk duduk kemudian berjalan begitu seterusnya sampai memungkankan untuk berjalan normal seperti biasanya. Disamping itu makanan yang dimakan juga diatur sedemikian rupa misalnya hari pertama dan kedua pasca operasi masih makan bubur dengan lauk yang dihaluskan hari berikutnya menjadi nasi lembek dan akhirnya makan nasi seperti biasa dangan lauk biasa. Menu makanan yang disediakan harus dimakan semua agar luka bekas operasi cepat sembuh.

Demikian kisah perjalanan lahirnya anakku tersayang semoga bermanfaat dengan berbagi pengalaman.

Wassalam…

Kamis, 07 Juli 2011



Sejarah Meubel Cuati
Desa Poncoharjo adalah sebuah desa yang secara geografis dikelilingi oleh areal persawahan, hal ini menjadikan persawahan sebagai penunjang utama perekonomian desa, namun demikan tidak semua penduduk desa mempunyai lahan persawahan untuk menunjang perekonomian mereka, hal ini karena system yang pembagian lahan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten pada jaman dulu yang membagkan kepadai seorang laki - laki yang sudah mampu untuk menggarap sawah ditandai dengan telah dikihitannya anak tersebut, akan mendapatkan lahan garapan sebesar 700 m2 atau 1 bahu menurut bahasa setempat.
Demi menunjang perekonomian, seseorang yang tidak mempunyai lahan garapan akan merantau keseluruh daerah terutama daerah-daerah seperti jakarta dan Kalimantan, ini juga yang dilakukan oleh Matrowi, dia pergi ke Jakarta untuk bekerja sebagi tukang meubel di bengkel milik orang Cina, singkat kata meubel orang cina tadi mengalami kebangkrutan akhirnya Matrowi bersama-teman-temannya membuat bengkel sendiri,
Pada akhirnya bengkel meubel yang didirikan Matrowi bersama teman-temannya berkembang maju serta mengajak anak-anak desanya untuk menjadi anak buahnya. Akhirnya setelah berkambang semua yang atdinya bergabung menjadi satu sekarang berdiri sendiri-sendiri untuk membuat bengkel meubel masing-masing.
Demikanlah akhirnya bengkel meubel Jepara asal Desa Poncoharjo Bonag Demak sejkarang ada dimana-mana diseluruh Indonesa hasil dari perjuangan H Matrowi.
Untuk itulah sepatutnya pemerintah Desa Poncoharjo Bonang Demak memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada H Matrowi sebagi orang yang berpengaruh terhadap keberadaan Meubel untuk meningkatkan perekonomian Desa.
Wassalam.

Selasa, 31 Mei 2011

testimoni muhammad nazaruddin: Bertepuk Tanganlah Partai Lain (Testimoni 1)

testimoni muhammad nazaruddin: Bertepuk Tanganlah Partai Lain (Testimoni 1): "Saya Muhammad Nazaruddin, Anggota DPR RI Komisi VII, Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, saat ini masih menjabat Benhadara Fraksi Partai..."

Rabu, 13 April 2011

Doa buat Istriku yang mengandung



اللهم اخفض ولديٍ مادام فــى بطنى زوجتى واشفه انت شاف لا شفاء الا شفائك شفاءا لايغادر سقما ولا ألما
اللهم صوره صورة حسنة وثبت قلبه ايمانا بك وبرسولك
اللهم اخرجه من بطني زوجتي وقت ولادت سهلا وسلما ويسرا ولا معاسرا
اللهم اجعله صحيحا كاملا وعاقلا حاذقا وعالما عاملا حافضا لكمالك القديم ولحديث نبيك الكريم
اللهم طول عمره وصحح جسده وحسن خلقه وخلقه ببركة سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم .

Senin, 31 Januari 2011

demokrasi wong deso

DEMOKRASI ala WONG DESO
OLEH: Zaini Addimawy
(Penulis adalah penduduk setempat)


Pada Bulan November 2008 tahun lalu Desa Poncoharjo Kecamatan Bonang Kabupaten Demak Jawa Tengah mengadakan hajatan demokrasi untuk memilih kepala Desa Poncoharjo Periode 2008-2014. Demokrasi ala “wong deso” ini memang unik, Betapa tidak demokrasi yang satu ini aneh tetapi memang nyata. Dalam pemilian Kepala Desa ini diwarnai dengan dunia mistis, serta membutuhkan biaya yang lumayan besar untuk ukuran demokrasi ala Wong Deso.
Untuk pertama kalinya pemilihan kepala Desa dipilih secara mencoblos gambar kandidat Kepala Desa yang sebelumnya mencoblos gambar simbol yang ditentukan pemerintah kabupaten seperti gambar padi, jagung, Singkong dan lain-lain.
Dunia mistis mengawal proses demokrasi sebagai contoh untuk menghindari serangan mistis dari pihak lawan kandidat mengganti namanya dengan nama orang lain yang tentunya dirahasiakan agar terhindar dari serangan ilmu hitam. Tidak hanya itu pihak kandidat yang lain rela menaburkan bunga, telur ke semua sudut Desa untuk mengalahkan pihak lawan, bukan hanya itu seorang paranormal desa yang kondangpun diikutkan untuk menarik “Wahyu keprabon” dengan menggunakan minyak yang mahal walau akhirnya dibubarkan oleh “GAM” sebutan bagi para preman yang memang memihak kepada Kandidat I. Memang para GAM ini meminta uang kepada Kandidat I (penulis rahasiakan identitas para kandidat ) dengan nilai yang lumayan besar diatas 10 juta rupiah, dan memang GAM inilah yang selalu mengawal kegiatan mistis bagi pihak B (sebutan penulis untuk kandidat II)yaitu yang membuang bunga, telor, dan benda-benda mistis kiriman dari kandidat II ke sungai. Selain itu ada cerita lain ada yang disebut Kyai Desa itu yang meminta uang senilai Jutaan Rupiah untuk memenangkan kandidat I dengan diberi cara yaitu pada malam pada tengah malam sebelum hari H pelaksanaan PILKADES disuruh mengambil tanah di rumah sementara kandidiat II, namun pengajuan itu ditolak oleh Kandidiat I, selain itu ada lagi kisah mistis yang dilakukan para kandidat, misalnya kandidat II membuat rute memutar dari arah paling timur Desa bahkan anehnya rela melewati sungai berlumpur bahkan tempat pembuangan tinja demi menuju lokasi pemilihan Desa yang kebetulan dilaksanakan di halaman Madrasah Desa Poncoharjo yang letaknya di sebelah barat desa tidak mudah bagi K II (Kandidat II) untuk bisa melewati jalur yang dilewatinya karenya tentunya pihak pendukung K I (kandidat I ) pasti akan menghalanginya. Selain itu ada juga kisah yang lain yaitu rumah K I selalu dijaga dari malam, siang sampai malam lagi untuk menjaga hal mistis yang menyelimuti PILKADES ini.
Selain itu biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit bagi para kandidat setidaknya harus mengeluarkan uang sedikitnya 800 Juta rupiah jumlah yang fantastik untuk pemilihan kepala Desa yang hanya enam tahun ini dengan gaji dari “Bengkok Desa” yang berjumlah 25 bau, bila dihitung dari pengeluarannya ini memungkinkan kepala Desa terpilih untuk melakukan korupsi besar-besaran untuk mengembalikan uang yang sudah tergadaikan dengan “tahta” kepala Desa yang sesaat serta memungkinkan pemerintahan yang tidak jujur dan tidak tanggung jawab.
Dalam proses PILKADES ini unsur “Money Politik” sangatlah mendominasi betapa tidak dari sejumlah kepala rumah tangga ada yang mengaku mendapatkan 750 ribu yang merupakan “Sumbangan” dari kedua belah pihak. Dalam proses pemilihannya juga unik setelah pemilih keluar dari bilik suara sebelum keluar dari pintu gerbang pemungutan suara sudah diberikan amplop dari panitia penyelenggara yang berisi uang dengan jumlah 30 ribu yang merupakan penggabungan dari K I dan K II.
Suasana berbeda tampak jelas ketika pemilihan Kepala Daerah PILKADA Jateng penduduk setempat apatis dengan pemilihan dalih mereka sederhana yakni uang mereka mengaku tidak mau mencoblos kalau tidak diberi uang. Ini terbukti pada pemilihan kepal Desa ini suasana penuh para pemilih sebabnya sederhana mereka telah diberi uang oleh para kandidat yang jika dikumpulkan mencapai 750 ribu. Dasar demokrasi ala wong deso....