Kamis, 07 Juli 2011



Sejarah Meubel Cuati
Desa Poncoharjo adalah sebuah desa yang secara geografis dikelilingi oleh areal persawahan, hal ini menjadikan persawahan sebagai penunjang utama perekonomian desa, namun demikan tidak semua penduduk desa mempunyai lahan persawahan untuk menunjang perekonomian mereka, hal ini karena system yang pembagian lahan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten pada jaman dulu yang membagkan kepadai seorang laki - laki yang sudah mampu untuk menggarap sawah ditandai dengan telah dikihitannya anak tersebut, akan mendapatkan lahan garapan sebesar 700 m2 atau 1 bahu menurut bahasa setempat.
Demi menunjang perekonomian, seseorang yang tidak mempunyai lahan garapan akan merantau keseluruh daerah terutama daerah-daerah seperti jakarta dan Kalimantan, ini juga yang dilakukan oleh Matrowi, dia pergi ke Jakarta untuk bekerja sebagi tukang meubel di bengkel milik orang Cina, singkat kata meubel orang cina tadi mengalami kebangkrutan akhirnya Matrowi bersama-teman-temannya membuat bengkel sendiri,
Pada akhirnya bengkel meubel yang didirikan Matrowi bersama teman-temannya berkembang maju serta mengajak anak-anak desanya untuk menjadi anak buahnya. Akhirnya setelah berkambang semua yang atdinya bergabung menjadi satu sekarang berdiri sendiri-sendiri untuk membuat bengkel meubel masing-masing.
Demikanlah akhirnya bengkel meubel Jepara asal Desa Poncoharjo Bonag Demak sejkarang ada dimana-mana diseluruh Indonesa hasil dari perjuangan H Matrowi.
Untuk itulah sepatutnya pemerintah Desa Poncoharjo Bonang Demak memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada H Matrowi sebagi orang yang berpengaruh terhadap keberadaan Meubel untuk meningkatkan perekonomian Desa.
Wassalam.

0 comments:

Posting Komentar

tinggalkan komentar anda disini